Tilam Upih Tunggul Kukus; Pesi Kurung Hulu Cantheng; Kujang Ciung Cirebon; Sombro; Kategori. Artikel; Buku Keris; Keris; Keris Luk 3; Keris Luk 7; Keris Lurus; Perabot Keris; Tangguh Cirebon; Tangguh Majapahit; Tangguh Mataram; Tangguh Mataram Sultan Agung; Tangguh Pajajaran; Tangguh Tuban; TERMAHAR; Tombak; Arsip. September 2023; Juli 2023
Pamor " mlumah" adalah pamor yang besi "saton"-nya (bahan logam yang terdiri atas besi dan bahan pamor) merupakan lapisan besi - pamor - besi, dan seterusnya, dimana posisi lapisan pamor mendatar atau sejajar dengan permukaan bilah keris. Contohnya pada pamor Beras Wutah dan pamor Kulit Semongko.
Pamor : Kulit Semangka. Tangguh : Madura Abad XVIII. Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No : 273/MP.TMII/X/2015. Asal-usul Pusaka : Purbalingga, Jawa Tengah. Ulasan : (Jalak) Tilam sari adalah salah satu bentuk Dhapur keris lurus yang cukup banyak dijumpai di Pulau Jawa. Bentuk keris itu sangat serupa dengan keris dhapur Tilam Upih.
Keris Jalak Tilam Sari Pamor Ngawat asli, yang di maksut pamor ngawat disini adalah jenis pamor yang tatananya kuat dan tidak mudah lepas atau pamornya tidak ngambang di permukaan bilah keris, pola pamor seperti ini biasanya sering di jumpai di era Blambangan, Amangkurat, Mataram Sultan Agung dan era
• Triwarna, sebutan pamor keris atau tombak yang sesungguhnya terdiri dari 3 (tiga) macam nama pamor, misalnya: pada sebilah keris di bagian bawah ada pamor Wos Wutah, di tengah menjadi pamor Adeg, ujungnya Lawe Setukal, ini yang disebut Triwarna.
Pamor : Kulit Semangka (Pamor Tiban Inisial AS) Tangguh : Mataram Abad XIV. Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No : 429/MP.TMII/VIII/2016. Asal-usul Pusaka : Karawang, Jawa Barat. Ulasan : TILAM SARI, adalah salah satu bentuk Dhapur keris lurus yang cukup banyak dijumpai di Pulau Jawa. Bentuk keris itu sangat serupa dengan keris dhapur Tilam Upih.
Ricikan Keris Tilam Upih Pamor Tambal. Keris ini merupakan jenis keris yang banyak dicari karena memiliki tuah atau manfaat yang luar biasa. Di masyarakat Jawa, keris ini memiliki beberapa nama lain seperti Tilam Petak (Pethak) dan Tilam Putih yang kemudian menjadi cikal bakal evolusi bentuk keris berikutnya.
Untuk keris-keris tangguh/buatan pulau Jawa, Bali dan Lombok, ukurannya cukup panjang, antara 5,5 cm s,d 9 cm. Sedangkan keris buatan Palembang, Riau, Luwu, Makasar dan Semenanjung Melayu umumnya pendek, antara 4 cm s.d 6,5 cm. Pesi ini sering juga disebut dengan Peksi, Paksi, Puting atau Punting.
Jika ditinjau dari proses terbentuknya, motif Pamor pada bilah Keris dibagi dalam dua golongan besar, yaitu Pamor Tiban dan Pamor Rekan. Yang digolongkan Pamor Tiban adalah jenis motif atau pola gambaran Pamor yang bentuknya tidak direncanakan terlebih dulu oleh Empu pembuatnya.
Sepintas lalu dhapur jalak Dhinding ini mirip dengan keris dhapur Tilam. Sari. Perbedaan utama terletak pada gusen. Umumnya bilah kerisnya berukuran tebal. 34. Dhapur Jalak Ngore. Ricikan : gandhik polos, pejetan, sraweyan dan greneng, tanpa tikel alis. Dhapur Jalak. Ngore inipun mirip dengan Tilam Sari. Bilahnya tipis, dhapur keris ini jarang
NzPUV.